HARUS MENGAMPUNI DENGAN SEGENAP HATI!
"Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
(Matius 6:15)
Apakah maksudnya mengampuni dengan segenap hati?
Pengampunan yang tulus, bukan sekadar formalitas
Mengampuni bukan hanya berkata, “Saya maafkan,” tetapi benar-benar melepaskan kepahitan, dendam, dan keinginan untuk membalas.
Intinya, hati tidak lagi menyimpan kesalahan orang lain.
Melepaskan hak untuk membalas
Mengampuni sepenuh hati berarti menyerahkan keadilan kepada Tuhan, bukan memelihara keinginan melihat orang lain dihukum.
Mengampuni adalah melepaskan hak untuk membalas.
Memilih kasih walau prosesnya bertahap
Mengampuni dari hati tidak selalu membuat rasa sakit langsung hilang. Namun ada keputusan sadar untuk tidak lagi memelihara kebencian.
Pengampunan bukan menunggu hati siap, tetapi memilih taat lebih dahulu.
Kemudian Tuhan bekerja memulihkan perasaan kita.
Seperti menaati dokter saat masih sakit: kita minum obat dulu (keputusan), lalu tubuh berangsur pulih (perasaan).
Hati tetap terbuka untuk dipulihkan
Pengampunan sejati membuat hati kembali lembut, tidak keras atau sinis.
Tujuannya bukan hanya berdamai dengan sesama, tetapi menjaga hati tetap hidup di hadapan Tuhan.
Mengapa kita harus mengampuni dengan segenap hati?
Karena orang yang tidak mengampuni juga tidak diampuni
“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
(Matius 18:35)
Tuhan Yesus menggambarkan orang yang tidak mau mengampuni sebagai hamba yang jahat, karena ia menerima belas kasihan Tuhan tetapi menolak mengasihani sesamanya (Matius 18:33).
Orang yang menutup hati terhadap pengampunan sedang menutup dirinya sendiri dari kasih karunia Tuhan.
Karena Tuhan menghendaki kita hidup dalam kerukunan
“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.”
(Mazmur 133:1)
Di tempat kerukunan, Tuhan memerintahkan berkat-Nya.
Karena Tuhan menghendaki hidup kita menjadi berkat
“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan… tetapi sebaliknya hendaklah kamu memberkati.”
(1 Petrus 3:9)
Kita dipanggil untuk memperoleh berkat, dan untuk memperoleh berkat kita harus hidup menjadi berkat.
Karena itu jangan hidup hanya untuk diri sendiri.
“Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan mencari kesenangan kita sendiri.”
(Roma 15:1)
Amin.
Selamat malam. Selamat beristirahat. Tuhan Yesus memberkati.
HARUS MENGAMPUNI DENGAN SEGENAP HATI
Super Admin
26 Februari 2026
0 dibaca